Kalkulator BMI (Body Mass Index) Asia-Pacific

Hitung Body Mass Index (BMI) dengan threshold WHO Asia-Pacific yang lebih akurat untuk orang Indonesia. Termasuk berat ideal range dan rekomendasi.

Update Mei 2026Threshold Asia-PacificTermasuk berat ideal

Detail input

Hasil update otomatis saat kamu mengetik.

kg
cm
Hasil dihitung otomatis saat kamu mengubah input. Tidak perlu klik tombol submit.
BMI kamu
24,2
Kategori: Overweight (23,0 – 27,4 per Asia-Pacific)
Berat70 kg
Tinggi170 cm
BMI24,2
BMI 23–27,4 (Overweight per Asia-Pacific). Risiko CVD/diabetes mulai meningkat. Target turun ~3,8 kg untuk masuk rentang sehat. Defisit 300–500 kkal/hari + olahraga 150 menit/minggu adalah pendekatan aman.
Berat ideal kamu (BMI 18,5 – 22,9)
Minimum sehat53,5 kg
Maksimum sehat66,2 kg
Untuk masuk rentang sehatTurun 3,8 kg

Kalkulator BMI Asia-Pacific: panduan lengkap untuk orang Indonesia

Body Mass Index (BMI), atau Indeks Massa Tubuh dalam bahasa Indonesia, adalah angka yang dihitung dari berat dan tinggi badan untuk mengkategorikan komposisi tubuh — apakah kamu kurus, normal, kelebihan berat, atau obesitas. Angka ini bukan satu-satunya indikator kesehatan, tapi adalah metrik tercepat yang dipakai dokter, ahli gizi, dan asuransi sebagai entry point screening.

Kalkulator di atas pakai cutoff Asia-Pacific — bukan WHO standar internasional. Alasannya: tubuh orang Asia secara genetis cenderung punya kadar lemak abdominal lebih tinggi pada BMI yang sama dibanding orang Kaukasia, sehingga risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes muncul di BMI yang lebih rendah. WHO sendiri merekomendasikan cutoff khusus untuk populasi Asia sejak 2004 (publikasi The Lancet).

Rumus BMI

Rumusnya sederhana — tidak ada konstanta misterius:

BMI = berat (kg) ÷ [tinggi (m)]²

Contoh: berat 70 kg, tinggi 170 cm (1,70 m). BMI = 70 ÷ (1,70 × 1,70) = 70 ÷ 2,89 = 24,2. Karena 24,2 berada di rentang 23,0–27,4, kategori-nya Overweight menurut Asia-Pacific.

Threshold Asia-Pacific vs WHO standar

| Kategori | Asia-Pacific | WHO standar | |---|---|---| | Underweight | < 18,5 | < 18,5 | | Normal | 18,5 – 22,9 | 18,5 – 24,9 | | Overweight | 23,0 – 27,4 | 25,0 – 29,9 | | Obese | ≥ 27,5 | ≥ 30,0 |

Perbedaan paling tajam ada di kategori "Overweight" — orang yang dianggap Normal di standar WHO bisa masuk Overweight di Asia-Pacific. Misalnya, BMI 24,5 = Normal (WHO) tapi Overweight (Asia-Pacific). Pakailah Asia-Pacific kalau kamu Indonesia — kategori-nya lebih realistis untuk profil risiko genetis kamu.

Tiga contoh perhitungan

Contoh 1: Underweight

Berat 50 kg, tinggi 170 cm. BMI = 50 ÷ 2,89 = 17,3 → Underweight. Target: naik ke ≥18,5 BMI = ≥53,5 kg. Selisih +3,5 kg.

Contoh 2: Normal

Berat 60 kg, tinggi 170 cm. BMI = 60 ÷ 2,89 = 20,8 → Normal. Sudah di rentang sehat (18,5–22,9). Pertahankan dengan pola makan seimbang + aktivitas rutin.

Contoh 3: Obese

Berat 90 kg, tinggi 170 cm. BMI = 90 ÷ 2,89 = 31,1 → Obese. Target turun ≥4,9 kg untuk masuk Overweight, atau ≥23,8 kg untuk masuk Normal. Konsultasi dokter sebelum mulai program penurunan ekstrim.

Apa yang BMI tidak ukur

BMI bukan ukuran kesehatan komprehensif. Beberapa keterbatasan penting:

  • Atlet & body builder — otot lebih berat dari lemak, sehingga atlet dengan persen lemak rendah bisa keluar BMI Overweight padahal komposisi tubuhnya sehat. Cek persen lemak tubuh dan lingkar pinggang sebagai pelengkap.
  • Lansia (>65 tahun) — kehilangan massa otot membuat BMI bisa terlihat normal walaupun lemak tubuh sudah tinggi. Untuk lansia, dokter biasanya pakai indikator lain seperti waist circumference.
  • Anak-anak & remaja — pakai BMI percentile khusus usia, bukan cutoff dewasa.
  • Ibu hamil & menyusui — BMI tidak relevan dipakai; pakai panduan kenaikan berat hamil dari OBGYN.
  • Etnis non-Asia/Kaukasia — populasi Afrika & Polinesia punya pola distribusi lemak berbeda lagi.

Lingkar pinggang sebagai pelengkap

Karena Asia cenderung punya obesitas sentral (lemak di perut), lingkar pinggang sering lebih prediktif daripada BMI. WHO Asia-Pacific cutoff untuk lingkar pinggang berisiko:

  • Pria: ≥ 90 cm
  • Wanita: ≥ 80 cm

Kalau BMI kamu Normal (18,5–22,9) tapi lingkar pinggang melewati cutoff di atas, kamu mungkin punya TOFI (Thin Outside, Fat Inside) — risiko metabolik tinggi walaupun ramping. Kombinasi BMI + lingkar pinggang adalah screening yang lebih akurat.

Apa yang harus dilakukan untuk tiap kategori

Underweight (BMI di bawah 18,5): kemungkinan kekurangan kalori atau ada kondisi medis (hipertiroid, malabsorpsi). Cek dokter untuk eliminate medical cause. Untuk gain weight sehat: surplus 300–500 kkal/hari dengan fokus protein + strength training.

Normal (18,5–22,9): target jangka panjang adalah pertahankan. Pola makan seimbang (sayur 50% piring, protein 25%, karbohidrat 25%) + olahraga 150 menit moderat/minggu cukup.

Overweight (23,0–27,4): defisit 300–500 kkal/hari dari TDEE (lihat Kalkulator BMR & TDEE) menghasilkan turun 0,3–0,5 kg/minggu — sustainable. Kombinasi cardio + strength training untuk preserve massa otot saat defisit.

Obese (≥27,5): sebelum mulai program, konsultasi dokter — terutama kalau ada hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung. Pendekatan bertahap dengan dietisien terdaftar lebih efektif daripada diet ekstrim sendiri.

Pertanyaan yang sering ditanyakan (FAQ)

Kenapa pakai threshold Asia-Pacific, bukan WHO standar?
Karena populasi Asia (termasuk Indonesia) cenderung punya komposisi lemak abdominal lebih tinggi di BMI yang sama dibanding orang Kaukasia. Risiko CVD dan diabetes muncul di BMI yang lebih rendah. WHO sendiri sejak 2004 (publikasi The Lancet, panel WHO/IASO/IOTF) merekomendasikan cutoff Asia-Pacific untuk Asia. Kemenkes Indonesia dan rumah sakit besar Indonesia umumnya sudah mengadopsi.
BMI saya 24, masuk Normal atau Overweight?
Tergantung threshold yang dipakai. Per Asia-Pacific: 24 = Overweight (rentang 23,0–27,4). Per WHO standar: 24 = Normal (rentang 18,5–24,9). Untuk orang Indonesia, ikut Asia-Pacific lebih akurat dari sisi prediksi risiko penyakit.
Kalau saya atlet, BMI saya selalu Overweight padahal tidak gemuk. Kenapa?
BMI tidak membedakan massa otot dari lemak. Atlet dengan otot besar (powerlifter, rugby player) lazim BMI 27+ tapi persen lemak di bawah 15%. Pakai pengukuran lain: persen lemak tubuh (lewat skinfold, BIA, atau DEXA scan) dan lingkar pinggang. BMI tidak relevan untuk profil atletik.
Berat ideal saya berapa?
Tidak ada angka tunggal — kalkulator menghitung rentang sehat (BMI 18,5–22,9) sesuai tinggi kamu. Untuk tinggi 170 cm, rentang sehat = 53,5 – 66,2 kg. Tinggi 160 cm = 47,4 – 58,6 kg. Tinggi 180 cm = 59,9 – 74,2 kg. Pilih target di tengah rentang untuk fleksibilitas.
BMI saya 18,4, perlu khawatir?
18,4 sangat dekat boundary 18,5 (Underweight). Cek tren — kalau berat stabil dan kamu sehat (energi cukup, menstruasi teratur kalau wanita, imun OK), tidak masalah. Kalau berat turun terus tanpa diet, ada gejala lain (lelah kronis, rambut rontok, dingin terus), konsultasi dokter — bisa jadi hipertiroid, anemia, atau malabsorpsi.
Kalkulator ini bisa untuk anak-anak?
Tidak. BMI anak dan remaja (≤18 tahun) pakai BMI percentile spesifik usia dan jenis kelamin — bukan cutoff dewasa. Pakai growth chart Kemenkes/WHO atau konsultasi dokter anak untuk evaluasi tumbuh kembang. Kalkulator ini valid untuk dewasa 19+ tahun, kecuali ibu hamil/menyusui dan lansia >65 tahun yang juga butuh pendekatan khusus.

Kalkulator terkait

Lihat semua →
Disclaimer: Hasil kalkulator ini bukan pengganti konsultasi medis. Untuk diagnosis, treatment, atau perubahan diet/olahraga signifikan, konsultasi ke dokter, ahli gizi terdaftar, atau tenaga medis profesional — terutama kalau kamu punya kondisi medis (diabetes, hipertensi, gangguan tiroid) atau sedang hamil/menyusui. Update terakhir: Mei 2026.