Kalkulator BMR & Kalori Harian: panduan Mifflin-St Jeor
BMR (Basal Metabolic Rate) adalah jumlah kalori yang tubuh kamu butuhkan untuk menjalankan fungsi dasar — bernapas, sirkulasi darah, menjaga suhu tubuh, kerja otak — tanpa aktivitas fisik apapun. TDEE (Total Daily Energy Expenditure) adalah BMR ditambah kalori dari aktivitas harian (jalan, kerja, olahraga). Tahu angka kedua ini = pondasi untuk kelola berat: defisit kalori → turun berat, surplus → naik berat, sama dengan TDEE → jaga berat.
Kalkulator di atas pakai rumus Mifflin-St Jeor (1990) — rumus paling akurat di literatur menurut studi perbandingan oleh Frankenfield et al. (2005). Akurasinya sekitar ±10% dari pengukuran langsung (indirect calorimetry).
Rumus Mifflin-St Jeor
Dua rumus terpisah untuk pria dan wanita karena distribusi otot/lemak yang berbeda:
- Pria: BMR = (10 × berat kg) + (6,25 × tinggi cm) − (5 × umur tahun) + 5
- Wanita: BMR = (10 × berat kg) + (6,25 × tinggi cm) − (5 × umur tahun) − 161
Selisih konstanta +5 vs −161 mencerminkan perbedaan rata-rata massa otot antar gender. Rumus ini menggantikan Harris-Benedict (1919, 1984) yang sebelumnya jadi standar tapi cenderung overestimate untuk populasi modern.
TDEE = BMR dikalikan faktor aktivitas:
| Tingkat | Pengali | Contoh aktivitas | |---|---|---| | Sedentary | × 1,2 | Kerja kantor full-time, jarang olahraga | | Lightly active | × 1,375 | Olahraga ringan 1–3 kali/minggu | | Moderately active | × 1,55 | Olahraga moderat 3–5 kali/minggu | | Very active | × 1,725 | Olahraga keras 4–6 kali/minggu | | Extremely active | × 1,9 | Olahraga keras tiap hari atau 2× sehari |
Dua contoh perhitungan
Contoh 1: Pria 30 tahun, 70 kg, 170 cm, moderately active
BMR = (10 × 70) + (6,25 × 170) − (5 × 30) + 5 = 700 + 1.062,5 − 150 + 5 = 1.617,5 kkal
TDEE = 1.617,5 × 1,55 = 2.507 kkal/hari (dibulatkan).
Contoh 2: Wanita 25 tahun, 60 kg, 165 cm, sedentary
BMR = (10 × 60) + (6,25 × 165) − (5 × 25) − 161 = 600 + 1.031,25 − 125 − 161 = 1.345,25 kkal
TDEE = 1.345,25 × 1,2 = 1.614 kkal/hari (dibulatkan).
Aturan main defisit & surplus
Hukum termodinamika dasar: kalau intake kalori < TDEE → tubuh ambil dari simpanan (lemak + sebagian otot) → berat turun. Kalau intake > TDEE → kelebihan disimpan (lemak + otot kalau ada strength training) → berat naik. 1 kg lemak setara ~7.700 kkal, jadi:
- Defisit 500 kkal/hari × 7 hari = 3.500 kkal/minggu = turun ~0,5 kg/minggu (sustainable)
- Defisit 1.000 kkal/hari = turun ~1 kg/minggu — risiko hilang otot, lapar, mood drop, tidak sustainable
- Surplus 300–500 kkal/hari + strength training = naik ~0,3–0,5 kg/minggu (lebih banyak otot, lebih sedikit lemak)
Kalkulator menampilkan tabel rekomendasi kalori per tujuan otomatis di bawah hasil utama. Pilih yang paling realistis untuk lifestyle kamu.
Faktor yang memengaruhi akurasi BMR
Rumus Mifflin-St Jeor adalah estimasi populasi rata-rata. Beberapa faktor bisa membuat BMR aktual kamu di atas/bawah hasil rumus:
- Massa otot tinggi — atlet/lifters cenderung BMR lebih tinggi karena otot membakar kalori lebih banyak saat istirahat dibanding lemak.
- Komposisi tubuh tidak rata-rata — orang dengan persen lemak sangat tinggi (di atas 40%) atau sangat rendah (di bawah 10%) bisa offset.
- Riwayat diet ketat — periode defisit ekstrim panjang menyebabkan adaptive thermogenesis — tubuh menurunkan BMR untuk preservasi energi.
- Hormon — hipotiroid menurunkan BMR, hipertiroid menaikkan. PCOS, menopause, andropause juga punya efek.
- Suhu lingkungan — di iklim tropis Indonesia, BMR sedikit lebih rendah dibanding rumus yang dikalibrasi populasi Amerika utara.
Kalau berat tidak berubah meski kamu di TDEE estimasi dari rumus ini selama 2 minggu, sesuaikan ±100–200 kkal dan pantau lagi.
Fokus protein, bukan cuma kalori
TDEE dan defisit/surplus mengontrol arah perubahan berat (turun atau naik), tapi kualitas perubahan ditentukan komposisi makanan. Untuk preserve massa otot saat defisit dan optimize gain saat surplus:
- Protein: 1,6–2,2 g per kg berat badan per hari. Untuk 70 kg → 112–154 g protein/hari.
- Lemak: minimal 0,8 g/kg untuk hormon optimal. 70 kg → ≥56 g/hari.
- Karbohidrat: sisanya, sesuaikan dengan kebutuhan energi olahraga.
Defisit dengan protein cukup = lemak turun, otot dipertahankan. Defisit dengan protein rendah = otot ikut hilang, jadi cosmetically "skinny fat" walaupun BMI turun.