Kalkulator KPR (cicilan + tabel amortisasi)

Hitung cicilan KPR dengan metode anuitas standar. Termasuk total bunga, total bayar, tabel amortisasi 12 bulan pertama, dan saran negotiate bunga.

Update Mei 2026Anuitas (PMT)Termasuk amortisasi

Detail input

Hasil update otomatis saat kamu mengetik.

Rp

Total nilai rumah yang mau dibeli, sebelum DP.

Rp

Default 20% dari harga (Rp 160 jt untuk rumah Rp 800 jt). Bank biasanya minta minimum 10–20%.

tahun

Lama cicilan dalam tahun. Maks 30 tahun di kebanyakan bank Indonesia. Tenor lebih pendek = total bunga lebih kecil tapi cicilan bulanan lebih besar.

%

Suku bunga fixed dari bank. Pakai titik atau koma untuk desimal (mis. 7.5 atau 7,5). Bunga aktual bisa berbeda per profil debitur, jenis rumah (subsidi vs non-subsidi), dan promo.

Hasil dihitung otomatis saat kamu mengubah input. Tidak perlu klik tombol submit.
Cicilan per bulan
Rp5.932.879
Total bayar: Rp 1.067.918.239 selama 15 tahun
Harga rumahRp 800.000.000
DPRp 160.000.000 (20,0%)
Pinjaman pokokRp 640.000.000
Total bungaRp 427.918.239
Total bayar (pokok + bunga)Rp 1.067.918.239
Bunga jadi 40,1% dari total bayar. Negotiate bunga turun 1% → hemat Rp 64.402.554; perpendek tenor 5 tahun → hemat Rp 156.288.652. Mana yang lebih realistis untuk cashflow kamu?
Tabel amortisasi (12 bulan pertama)
BulanCicilanPokokBungaSisa pinjaman
1Rp 5.932.879Rp 1.932.879Rp 4.000.000Rp 638.067.121
2Rp 5.932.879Rp 1.944.960Rp 3.987.920Rp 636.122.161
3Rp 5.932.879Rp 1.957.116Rp 3.975.764Rp 634.165.046
4Rp 5.932.879Rp 1.969.348Rp 3.963.532Rp 632.195.698
5Rp 5.932.879Rp 1.981.656Rp 3.951.223Rp 630.214.042
6Rp 5.932.879Rp 1.994.041Rp 3.938.838Rp 628.220.001
7Rp 5.932.879Rp 2.006.504Rp 3.926.375Rp 626.213.497
8Rp 5.932.879Rp 2.019.045Rp 3.913.834Rp 624.194.452
9Rp 5.932.879Rp 2.031.664Rp 3.901.215Rp 622.162.788
10Rp 5.932.879Rp 2.044.362Rp 3.888.517Rp 620.118.426
11Rp 5.932.879Rp 2.057.139Rp 3.875.740Rp 618.061.288
12Rp 5.932.879Rp 2.069.996Rp 3.862.883Rp 615.991.292
Cicilan tetap; porsi pokok meningkat tiap bulan seiring sisa pinjaman menyusut. Setelah bulan ke-12, pola berlanjut sampai akhir tenor.

Kalkulator KPR: panduan rumus anuitas + amortisasi untuk pembeli rumah

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah produk pinjaman yang dipakai mayoritas orang Indonesia untuk beli rumah. Cicilan-nya dihitung pakai metode anuitas — formula matematika yang sama dipakai bank manapun (BTN, Mandiri, BCA, BNI, BRI, dan bank swasta). Halaman ini menjelaskan cara hitungnya, contoh perhitungan dengan tenor berbeda, plus tips negotiate bunga supaya total beban bunga seumur tenor lebih ringan.

Kenapa anuitas?

Anuitas berarti cicilan tetap sama dari bulan pertama sampai akhir tenor. Bunga dihitung di atas sisa pokok pinjaman setiap bulan, jadi awal-awal cicilan didominasi bunga, akhir-akhir didominasi pokok. Pada bulan ke-1 dengan pinjaman besar, mayoritas cicilan adalah bunga; pada bulan terakhir, mayoritas pokok.

Alternatif metode lain (jarang dipakai untuk KPR di Indonesia):

  • Flat: bunga dihitung dari pokok awal, tetap sama tiap bulan. Total bunga jauh lebih besar dari anuitas. Biasanya dipakai untuk kredit konsumtif jangka pendek (KTA), bukan KPR.
  • Effective: bunga dihitung dari sisa pokok, tapi cicilan tidak tetap (besar di awal, kecil di akhir). Hampir tidak pernah dipakai bank Indonesia.

Selama belum ada notice khusus dari bank, asumsi default = anuitas.

Rumus PMT (Payment) anuitas

Rumus standar — sama dengan fungsi =PMT() di Excel/Google Sheets:

Cicilan = P × r × (1+r)^n / ((1+r)^n − 1)

Dimana:

  • P = pokok pinjaman = harga rumah − DP
  • r = bunga bulanan = bunga tahunan ÷ 12 ÷ 100 (mis. 7,5% tahunan = 0,00625 bulanan)
  • n = jumlah cicilan = tenor tahun × 12

Contoh manual: pinjaman Rp 640 jt, bunga 7,5% per tahun, tenor 15 tahun.

  • r = 7,5 ÷ 12 ÷ 100 = 0,00625
  • n = 15 × 12 = 180
  • (1+r)^n = (1,00625)^180 ≈ 3,068
  • Cicilan = 640.000.000 × 0,00625 × 3,068 ÷ (3,068 − 1) ≈ Rp 5.933.000/bulan
  • Total bayar = 5.933.000 × 180 ≈ Rp 1.067.940.000
  • Total bunga = 1.067.940.000 − 640.000.000 ≈ Rp 427.940.000

Jadi untuk pinjam Rp 640 jt selama 15 tahun, kamu bayar bunga total Rp 427 jt — hampir 67% dari pinjaman pokok hilang ke bunga. Itulah mengapa tenor pendek + bunga rendah = ringan jangka panjang.

Tiga skenario tenor (pinjaman 640 jt, bunga 7,5%)

Bandingkan dampak tenor terhadap cicilan dan total bunga:

| Tenor | Cicilan/bulan | Total bayar | Total bunga | Bunga vs pokok | |---|---|---|---|---| | 5 tahun | Rp 12.823.000 | Rp 769.380.000 | Rp 129.380.000 | 17% | | 15 tahun | Rp 5.933.000 | Rp 1.067.940.000 | Rp 427.940.000 | 67% | | 30 tahun | Rp 4.475.000 | Rp 1.611.000.000 | Rp 971.000.000 | 152% |

Insight: tenor 30 tahun membuat cicilan ringan (~Rp 4,5 jt) tapi total bunga lebih besar dari pinjaman pokok itu sendiri. Tenor 5 tahun cicilan hampir 2× lipat tenor 15 tahun, tapi total bunga 1/3 saja. Sweet spot biasanya 10–15 tahun untuk balance antara cashflow bulanan dan total bunga.

Tabel amortisasi: kenapa awal-awal didominasi bunga

Kalkulator di atas menampilkan amortisasi 12 bulan pertama. Untuk pinjaman Rp 640 jt × 7,5% × 15 tahun:

  • Bulan 1: sisa pokok masih Rp 640 jt. Bunga = 640.000.000 × 0,00625 = Rp 4.000.000. Pokok yang dibayar = 5.933.000 − 4.000.000 = Rp 1.933.000. Sisa setelahnya: Rp 638.067.000.
  • Bulan 12: sisa pokok sudah turun ke ~Rp 615 jt. Bunga = 615.000.000 × 0,00625 ≈ Rp 3.844.000. Pokok yang dibayar ≈ Rp 2.089.000.
  • Bulan 180 (terakhir): sisa pokok ≈ Rp 5,9 jt. Bunga ≈ Rp 37.000. Pokok yang dibayar ≈ Rp 5.896.000.

Pola ini disebut front-loaded interest. Konsekuensinya: kalau kamu rencana pelunasan dipercepat (early payoff) di awal-awal tenor, dampak penghematan bunga sangat besar. Pelunasan di tahun ke-2 KPR 15 tahun bisa hemat Rp 200 jt+ kalau pokok yang sudah dibayar masih sedikit dan sisa pinjaman besar.

Biaya yang TIDAK masuk simulasi

Cicilan anuitas hanya cover pokok + bunga. Biaya lain yang harus disiapkan saat akad KPR:

  • BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan): 5% dari (harga rumah − NPOPTKP). NPOPTKP per daerah berbeda (DKI Jakarta: Rp 80 jt). Untuk rumah Rp 800 jt di DKI: BPHTB ~Rp 36 jt sekali bayar saat akad.
  • PPh penjual 2,5% dari harga rumah — ditanggung penjual, tapi sering di-include di harga net.
  • Biaya provisi bank: 1% dari pinjaman, sekali di awal. Untuk pinjaman 640 jt = Rp 6,4 jt.
  • Asuransi jiwa: wajib oleh bank, ~0,5%–1% dari pinjaman, dibayar di awal atau dicicil.
  • Asuransi kebakaran: ~0,1%–0,15% dari nilai bangunan per tahun.
  • Biaya notaris/PPAT (AJB, balik nama, akad kredit): 1%–2,5% dari harga rumah.
  • PPN 11% untuk rumah baru dari developer (tidak berlaku rumah second).

Total biaya akad bisa 8%–12% dari harga rumah. Untuk rumah Rp 800 jt, siapkan dana cash tambahan Rp 64–96 jt di luar DP.

Bunga fixed vs floating

Banyak bank menawarkan bunga fixed di tahun-tahun awal (1–5 tahun) sebagai promo, lalu floating mengikuti suku bunga acuan BI 7DRR + spread bank. Kalkulator di atas mengasumsikan bunga fixed sepanjang tenor — kasus ideal yang jarang ditawarkan untuk tenor panjang.

Strategi: kalau dapat fixed 5 tahun di bunga rendah (mis. 5,5%), siapkan plan refinance atau early payoff kalau setelah tahun ke-6 floating naik signifikan. Beberapa bank punya skema take-over KPR dari bank lain dengan bunga lebih rendah — selisih biaya provisi bisa dimakan dengan saving bunga.

Tips negotiate bunga

Bunga KPR bisa di-negotiate, terutama kalau kamu punya profil keuangan yang kuat:

  1. Bandingkan minimum 3 bank sebelum tanda tangan akad. Tunjukkan offering bank A ke bank B, biasanya bank B akan turunkan bunga 0,25–0,5% untuk match.
  2. Profile prioritas: punya gaji stable >Rp 20 jt + DP ≥30% biasanya dapat bunga lebih rendah dari profile umum.
  3. Konversi ke KPR Syariah bisa lebih murah di bank syariah tertentu — formula-nya berbeda (margin, bukan bunga), tapi total bayar sering kompetitif.
  4. KPR FLPP (subsidi) untuk rumah pertama berdasarkan plafon penghasilan: bunga fixed 5% selama 20 tahun. Cek syarat di sikumbang.tapera.go.id atau bank penyalur.

Setiap 1% turun bunga, total saving dalam tenor 15 tahun bisa Rp 70–80 jt untuk pinjaman 640 jt — lebih signifikan dari yang kelihatan.

Pertanyaan yang sering ditanyakan (FAQ)

Cicilan KPR maksimal berapa persen dari gaji?
Standar bank Indonesia: maksimum 30% dari penghasilan bulanan untuk cicilan rutin (KPR, kredit kendaraan, dll). Beberapa bank pakai 35% kalau profil kuat. Misal gaji bersih Rp 15 jt → cicilan KPR maks Rp 4,5 jt. Pakai Kalkulator Gaji Bersih untuk cek angka net kamu sebagai dasar perhitungan.
Lebih untung tenor pendek atau panjang?
Tergantung cashflow. Tenor pendek (5–10 tahun): total bunga jauh lebih kecil tapi cicilan bulanan besar. Tenor panjang (20–30 tahun): cicilan ringan tapi total bunga bisa > pokok pinjaman. Strategi populer: ambil tenor panjang untuk fleksibilitas cashflow + plan early payoff (pelunasan dipercepat) saat ada bonus/THR/dana lebih.
Apa bedanya bunga fixed dan floating?
Fixed: bunga tetap selama periode tertentu (biasanya 1–5 tahun pertama atau seumur tenor di KPR FLPP). Floating: bunga ikut suku bunga acuan BI 7DRR + spread bank, bisa naik atau turun. Bank biasanya kasih fixed 1–5 tahun di awal, lalu floating. Kalkulator ini mengasumsikan fixed sepanjang tenor — kalau kontrak kamu punya floating, hasil aktual bisa berbeda jauh tergantung pergerakan suku bunga.
Boleh pelunasan dipercepat? Ada penalti?
Boleh, dan biasanya ada penalti 1%–2% dari sisa pokok. Walaupun ada penalti, pelunasan dipercepat di tahun-tahun awal tenor sering tetap untung — saving bunga jauh lebih besar dari penalti. Cek klausul di akad kredit; beberapa bank kasih grace period (mis. lunas tahun ke-3 onwards bebas penalti).
KPR konvensional vs KPR Syariah, mana lebih murah?
Tidak ada jawaban universal. KPR Syariah pakai akad murabahah (jual-beli dengan margin) atau musyarakah mutanaqisah (kepemilikan bersama bertahap) — bukan bunga. Margin Syariah biasanya tetap sepanjang tenor (tidak floating), jadi lebih predictable. Total bayar Syariah bisa lebih murah dari konvensional kalau bunga konvensional naik signifikan; sebaliknya kalau bunga konvensional rendah dan stabil.
DP minimum berapa? Bisa 0%?
Minimum DP 10% untuk rumah pertama (sesuai LTV/Loan-to-Value Bank Indonesia). Beberapa developer kasih program DP 0% via KPR plus pinjaman tambahan, tapi hati-hati: total beban kredit kamu bisa jadi 100% nilai rumah, dan bank biasanya mensyaratkan profil debitur yang sangat kuat. KPR FLPP bahkan bisa DP 1% untuk rumah subsidi dengan plafon tertentu.
Kalkulator ini cocok untuk KPR Syariah?
Cocok untuk estimasi awal kalau kamu pakai akad murabahah dengan margin tetap (treat margin sebagai 'bunga' untuk simulasi). Untuk akad musyarakah mutanaqisah dengan struktur kepemilikan bertahap, formula-nya berbeda dan kalkulator ini tidak akurat. Untuk simulasi resmi KPR Syariah, langsung ke bank syariah (BSI, Bank Muamalat, BCA Syariah, dst.).

Kalkulator terkait

Lihat semua →
Disclaimer: Hasil simulasi KPR adalah estimasi dengan asumsi bunga tetap. Suku bunga aktual, biaya provisi, asuransi, BPHTB, dan biaya akad bisa berbeda per bank dan per daerah. Konsultasi langsung ke bank untuk simulasi resmi yang mengikat. Update terakhir: Mei 2026.